03 November 2009

Mata melihat ,, telinga mendengar ,, bibir tersenyum ,, hati terluka ..

Mata melihat ,, telinga mendengar ,, bibir tersenyum ,, hati terluka ..

Disaat mata melihat dan disaat telinga mendengar ,, bibir bisa tersenyum ,, nmun hati ini terluka ..

Ini bukan salah siapa-siapa ..
Bukan kamu ,, dia ,, ataupun aku ..
Karna perasaan ga pernah salah ..
Cuman kdadaan yg ga mndkung ..

Kadang aku menyesal disaat mataku melihat dan telingaku mendengar tentang kalian .. Bibirku tersenyum walaupun hatiku terluka ..

Tapi,, ga da gunanya pnyesalan itu .. Biarlah luka hati ini mengering dan terkelupas dgn sndirinya ..

Dengar ini ..
"aku memang pernah menyesal dgn smua yg udah dijalanin.percuma.tapi aku ga bisa melupakan itu smua."

sayang dan cinta ga harus memiliki ..
Aku tahu ,, pilihan menentukan segalanya ..

17 Juni 2009

Mengubah Dunia dengan Mengubah Diriku

Sufi Bayazid bercerita tentang dirinya,...

" Waktu masih muda, aku ini revolusioner dan aku selalu berdoa : Tuhan, berilah aku
kekuatan untuk mengubah dunia! "

" Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa
mengubah seorangpun, Aku mengubah doaku menjadi :Tuhan, berilah rahmat untuk
megubah semua orang yang berhubungan denganku : keluarga dan kawan-kawanku,
dan aku akan menjadi puas... "

" Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku melihat
betapa bodohnya aku... Doaku satu-satunya sekarang adalah : Tuhan, berilah aku
rahmat untuk mengubah diriku sendiri. Seandainya sejak semula aku bedoa begitu,...
aku tidak akan begitu menia-nyiakan hidupku!!"


Dikutip dari Burung Berkicau ..

siapakah anda ???

Ya, siapakah Anda?

Jawaban anda atas pertanyaan di atas sangat penting peranannya di dalam pertumbuhan rohani anda. Kenapa?


Jawaban anda menunjukkan identitas anda.

Identitas anda di dalam Kristus sebagai anak Allah adalah pondasi dari kehidupan rohani anda. Pondasi yang tidak beres akan menghasilkan bangunan yang tidak kokoh. Betul enggak? :D

Cobalah anda tes sedikit pondasi anda, oke...siap...

1) Apakah anda orang kudus?
A) Ya.
B) Bukan.
C) Ragu-ragu

Bila anda menjawab (c). Selamat! Anda termasuk dalam golongan kebanyakan orang Kristen.
Bila anda menjawab (b). Selamat! Anda akan diberkati dengan renungan di bawah ini ;D
Bila anda menjawab (a). Selamat! Anda sudah mengerti salah satu dasar pertumbuhan rohani.

Banyak orang Kristen tertipu dengan muslihat iblis. Iblis berhasil mengacaukan pemahaman mereka akan identitas mereka sebagai anak Allah.

Iblis biasanya mempengaruhi kita supaya kita percaya bahwa apa yang kita perbuat/lakukan menunjukkan identitas kita. Perbuatan kita = Identitas/Siapa kita. Jika anda berdosa anda adalah orang berdosa. Jika anda mencuri, anda adalah seorang pencuri. Dan tipuan ini menyebabkan banyak orang Kristen terperangkap dalam dosa.

Banyak saudara-saudara seiman yang merasa frustasi dan tidak mampu melepaskan diri dari keterikatan dosa karena mereka mempercayai muslihat iblis ini. Pada saat mereka terjatuh dalam pencobaan, iblis langsung menyerang mereka dengan perkataan seperti ini: Nah, jatuh lagi kan...anda ini orang berdosa, lihat tuh apa yang baru saja anda lakukan...masak anak Allah seperti itu?

Saudara-saudaraku, saya ingin memberitahukan pada anda: Jangan percaya iblis!

Begitu anda bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamat anda, anda sudah diubah! Anda bukan lagi orang berdosa; Anda orang kudus!

Eh...jangan kaget dulu...ini kata Firman Allah lho :D
Coba nanti anda cek di Efesus 1:1, I Korintus 1:2, Filip 1:1, dan Kolose 1:2

Tunggu dulu...kalo saya orang kudus, kok saya bisa jatuh ke dalam dosa? Saudaraku, setiap orang...meskipun dia sudah dewasa, pasti pernah terpeleset. Itu wajar dan manusiawi. Dalam perjalanan kerohanian kita, kitapun bisa terpeleset. Makin dewasa, kepelesetnya akan makin jarang. Namun, fakta bahwa kita bisa terpeleset tidak mengubah identitas kita. Tidak mengubah siapa kita. Kita adalah orang kudus yang kadang berbuat dosa. Mungkin contoh ini bisa memberi gambaran lebih jelas (meski tidak persis): Martina Hingis adalah petenis wanita nomor satu di dunia, tapi di Wimbledon lalu dia kalah dari Venus Williams. Tapi posisinya sebagai petenis wanita dunia nomor satu tidak terpengaruh. Lagi, Karpov pernah kalah dari Utut Adianto, tapi kita semua tahu siapa sih yang lebih jago.

Lalu apa bedanya?

Nah, ini penting. Identitas kita menentukan perbuatan kita. Bila anda sadar dan memahami betul bahwa anda ini adalah orang kudus, pada waktu pencobaan datang anda dapat berkata dengan tenang: Saya ini orang kudus, bukan orang berdosa. Orang kudus tidak berbuat hal-hal macam ini. Sorry ya...saya tidak tertarik. Dan anda pun menang atas pencobaan itu. Kenapa?

Karena anda sadar siapa anda.

Alkitab dengan tegas berkata: Anda bukan hamba dosa lagi (Roma 6:14)

Saya telah mendapat berkat dari daftar yang di susun oleh Pdt. Neil Anderson dalam bukunya Victory Over Darkness (Kemenangan atas Kegelapan) dibawah ini. Bacalah daftar ini dengan bersuara tiap hari, agar kita sadar dan paham siapa sebenarnya kita ini. Tuhan Yesus memberkati anda!

Siapakah Saya?

Matius
o Saya adalah garam dunia (5:13)
o Saya adlah terang dunia (5:14)

Yohanes
o Saya adalah anak Allah (1:12)
o Saya adalah bagian dari pokok anggur, saluran kehidupan Kristus (15:1,5)
o Saya adalah sahabat Yesus Kristus (15:15)
o Saya dipilih dan ditetapkan Kristus untuk berbuah bagiNya (15:16)

Roma
o Saya adalah hamba kebenaran (6:18)
o Saya adalah hamba Allah (6:22)
o Saya adalah anak Allah; Allah adalah Ayah Rohani saya (8:14,15; Galatia 3:26; 4:6)
o Saya adalah ahli waris bersama Kristus (8:17)

1 Korintus
o Saya adalah bait Allah (tempat kediaman Allah). Roh-Nya tinggal dalamku (3:16,6:19)
o Saya terikat dengan Allah dan satu roh dengan Allah (6:17)
o saya adalah anggota tubuh Kristus (12:27, Efesus 5:30)

2 Korintus
o Saya adalah ciptaan baru (5:17)
o Saya telah diperdamaikan dengan Allah dan pembawa berita pendamaian itu (5:18,19)

Galatia
o Saya adalah anak Allah dan satu di dalam Kristus (3:26,28)
o Saya adalah ahli waris Allah karena saya adalah anak Allah (4:6,7)

Efesus
o Saya adalah orang kudus (1:1, I Korintus 1:2, Filip 1:1, dan Kolose 1:2)
o Saya adalah buatan Allah, dilahirkan kembali untuk melakukan pekerjaan baik (2:10)
o Saya adalah kawan sewarga dengan orang-orang kudus dalam keluarga Allah (2:19)
o Saya adalah tahanan karena Yesus Kristus (3:1,4:1)
o Saya adalah orang benar dan kudus (4:24)

Filipi
o Saya adalah warganegara Kerajaan Surga (2:6)

Kolose
o Saya tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah (3:3)
o Saya adalah pernyataan hidup Kristus karena Dia hidup dalamku (3:4)
o Saya dipilih oleh Allah, dikudus dan dikasihiNya (3:12,1 Tes 1:4)

1 Tesalonika
o Saya adalah anak terang, bukan anak kegelapan (5:5)

Ibrani
o Saya mendapat bagian dalam panggilan surgawi (3:1)
o Saya beroleh bagian dalam Kristus (3:14)

1 Petrus
o Saya adalah batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani (2:5)
o Saya adalah anggota dari bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah (2:9,10)
o Saya adalah pendatang dan perantau di dunia ini (2:11)
o Saya adalah musuh Iblis (5:8)

1 Yohanes
o Saya adalah anak Allah dan akan menjadi sama seperti Kristus saat Dia kembali (3:1,2)
o Saya lahir dari Allah dan si Iblis tidak dapat menjamah saya (5:18)

dikutip dari: http://oikosnet.blogspot.com/2009/05/siapakah-anda.html











13 Juni 2009

KRITIKAN


Menerima kritikan kadang menyakitkan. Tapi dengan kritikan yang kita terima akan membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Member kritikan kadang sulit karena karena kita takut menyakiti hati si penerima kritikan. Namun jika kita mengkritik dengan halus dan tidak berlebihan, tidak akan membuat orang menerima kritikan merasa sakit..

Kritikan itu perlu. Karena dengan kritikan kita bias memperbaiki diri kita. Bukan berarti kita bias seenaknya mengkritik seseorang.

Jika kita ingin mengkritik seseorang, kritikan kita harus membangun supaya orang yang kita kritik bias lebih baik dari sebelumnya…

Dan buat kalian yang menerima kritikan, terimalah kritikan sebagai umpan kita sehingga kite bias menjadi lebih baik. Anggap saja kritikan sebagai KEKURANGAN bukan KESALAHAN.. Dan sebisa mungkin kita harus memperbaiki kekurangan itu..

Yang paling penting,.. trimalah kritikan dengan sukacita..

30 Mei 2009

malam pujian komisi remaja GKJ Jakarta


“Terbayarlah jerih payah kami setelah melihat kemeriahan dan keberhasillan acara ini…”

Pertama-tama, Komisi Remaja GKJ Jakarta mengucapkan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan kasih-Nya acara kami ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tak lupa kami pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berpatisipasi . Karena dengan bantuannya, acara yang memperingati HUT Komisi Remaja ke- ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Acara yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 mei 2009 kemarin ini mengambil tema “Biarlah Semua yang Bernafas Memuliakan Allah” yang terambil dari Mazmur 150 : 6. “Tema ini kami pilih dimaksudkan agar semua mahluk, segala bentuk dan ukuran bias memuji Tuhan, tentunya dengan caranya masing-masing. Ditambah lagi dengan setting panggung yang menggambarkan suasana hutan, menandakan bahwa kita, sebagai manusia dan ciptaan lain dapat memuji Tuhan dimana saja.”, tutur Prayogi Anugrah Adi, selaku ketua pelaksana malam pujian Komisi Remaja GKJ Jakarta kemarin. “Acara ini mengajarkan kita untuk mencintai dan menjaga alam, mensyukuki apa yang telah Tuhan beri kepada kita, dan dimana kita juga dapat berkumpul dan saling mengenal dengan remaja gereja lain. ”, tambah Waspati Ken Wardani, selaku ketua Komisi Remaja GKJ Jakarta. Tujuan dilaksanakannya acara ini memeng untuk menjalin persahabatan dan persaudaraan antar remaja. Karena ada pepatah yang berbunyi: “tak kenal maka tak sayang”.

Malam pujian tahun ini berdurasi 3 jam yang dimulai dari pukul 17.30 hingga 20.30. Dalam acara ini kami dapat mengumpulkan 215 hadirin yang terdiri dari PSA (Paduan Suara Anak) dan 9 gereja undangan, yakni : GKI rawamangun, GKJ Bekasi, GKJ Eben Haezer, GKJ Keluarga Kudus, GKJ Pangkalan Jati, GKJ Pondok Gede, GKP Gunung Putri, GPIB Nazaret, dan HKBP Rawamangun.
Harus diakui, kerjasama kami patut diacungi jempol. Karena jika tidak ada kerjasama yang baik antara kami, maka acara ini tidak akan berjalan dengan sukses. Anda setuju?? Dan dari kemeriahan dan keberhasilan acara ini dapat kami simpulkan bahwa Komisi Remaja pasti dapat menyukseskan kegiatan besar lainnya. Semua karena penyertiaan Tuhan dan kerjasama yang baik , ditambah lagi dengan antusias remaja gereja lain untuk kedepannya dapat bekerjasama membuat kegiatan lain.

Harapan kami dengan telah berhasilnya acara ini dapat menjadi berkat bagi Tuhan dan kita semua. Semoga acara ini dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca dilah. Akhir kata dari kami, May God Bless Us… ^^ (Reysha)

15 April 2009

Hidup itu sulit,...tapi...

"Hidup itu sulit..."
Disatu sisi saya setuju dengan itu...
ya, hidup memeng sulit..
Tapi disisi lain,..(menurut saya..)
kesuliyan dalam hiduplah yang membuat hidup lebih berwarna...

Coba bayangkan, bila hidup hanya ada suka...
maka ada banyak orang yang tidak memiliki rasa prihatin, belas kasihan, dsb...
Bayangkan ini, bila hidup anda ada suka dan duka...
pasti lebih berwarna...lebih indah...
Pertanyaannya, apakah hidup anda hnya ada suka saja???
Tentu tidak...
Setiap manusia memiliki kesulitan /masalahnya sendiri. Dan setiap masalah itu pasti ada jalan untuk dilewati. Masalah itu juga dah direncanakan..

Banyak orang putus asa ketika mengalami kesulitan. Jika semua orang mengangap kesulitan, masalah, dan kegagalan sebagai suatu pembelajaran, hal itu tidak akan terjadi...

Bisa dikatakan hidup saya ini penuh dengan masalah...
Ya, semua tman2 saya bisa menyimpulkan seperti itu...
Itulah yang membuat saya sulit dalam hidup...
Namun setiap saya tertimpa kesulitan,, saya selalu bercerita sekaligus berbagi kepada orang lain.. Sebab jika saya memendam masalah saya sendiri,,itu sama saja saya menyakiti diri saya sendiri..
Karena alasan itu, saya memilih bercerita kepada orang lain tiap saya tertimpa kesulitan , masalah , ataupun kegagalan entah kepada ortu, teman , adik , atau si dia...
Dan setiap saya bercerita,, saya mendapat masukan dari mereka.. Jadi saya dapat mencari solusinya..

Kuncinya, carilah orang yang bisa disebut "pendengar yang baik" untuk bercerita..

Hidup itu memang sulit, tapi,... itulah yang mawarnai hidup...
Jadi, bersyukurlah...!!